KONFRENSI GURU BESAR KE 2 DI SURABAYA TGL 4-5 APRIL 2009

GURU BESAR PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR SEBAGAI SALAH SEORANG  PESERTA TERMUDA KONFRENSI GURU BESAR KEDUA DI HOTEL SANGRILLA SURABAYA

Konfrensi Guru Besar (KGB) ke 2 yang digelar di Hotel Sangrilla Surabaya pada tanggal 4-5 April 2009, dihadiri kurang lebih 400 guru besar yang berasal dari 102 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Dari Makassar sendiri, guru besar yang sempat mengikuti konfrensi berasal dari UNHAS, Kopertis dan UIN. Khusus jajaran Kopertis Wilayah IX Sulawesi, diwakili masing-masing satu orang yaitu Prof. Dr. Hj. Syamsiah Badruddin, M.Si dari Program Pascasarjana Universitas Indonesia Timur, Prof. Drs. Imran Ismail, MS dari Program Pascasarjana STIA Puangrimaggalatung Sengkang, Prof. Dr. Hj. Maemunah Dawy, MS dari Perguruan YPUP Makassar, Prof. Dr. H. Syahruddin Nawi, SH, MH dari Universitas Muslim Indonesia, dan Prof. Dr. H.M.Tahir Malik, M.Si.

Peserta Konfrensi Guru Besar Kedua tersebut, didominasi peserta yang sudah senior dan bahkan banyak diantaranya yang sudah paripurna. Meskipun demikian, satu kebanggan yang dirasakan oleh peserta dan Sulawesi Selatan khususnya kopertis Wilayah IX Sulawesi oleh karena pesertanya terbilang masih muda dan bahkan salah satu peserta termuda diantara seluruh peserta. Prof. Dr. Hj. Syamsiah Badruddin, M.Si sebagai peserta termuda tanpak tidak merasa risih berada diantara guru besar senior, bahkan sebaliknya merasa sangat bangga oleh karena selisih umur sekitar 20 tahunan dengan para guru besar yang sudah senior dan bahkan sudah paripurna.

Meskipun berada diantara guru besar yang sudah senior, Prof. DR. Hj. Syamsiah Badruddin, M.Si, cukup memberikan kontribusi dengan mengeluarkan ide-ide segar yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia, khususnya di bidang social budaya. Sebagai guru besar di bidang Ilmu Sosial, beliau merasa memiliki kewajiban moral untuk membantu pemerintah sebagai “mitra bestari” dalam mengatasi masalah-masalah social yang makin dirasakan menghimpit bangsa ini. Misalnya, masalah kemiskinan, kemerosotan moral bangsa, kemerosotan etika social, rendahnya etos kerja masyarakat dan lainnya. Kesemuanya itu menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun guru besar sebagai pemikir bangsa.

Sebagai guru besar yang masih tergolong muda (dari segi usia) dan muda dari segi pengalaman sebagai guru besar (guru besar berlaku sejak 1 Desember 2007), Prof. Dr. Hj. Syamsiah Badruddin, M.Si, namun telah memiliki kiprah yang cukup banyak dalam mendukung pembangunan bangsa. Selain tugas pokoknya sebagai dosen di perguruan tinggi, dia juga banyak dimanfaatkan sebagai widyaiswara (WI) Luar Biasa pada Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Aparatur (BPSDMA) Propinsi Sulawesi Selatan. Kiprahnya sebagai WI dalam lingkup BPSDMA banyak diberi amanah menatar pada diklat prajabatan gol I, II dan III, diklat structural pejabat eselon III dan IV di berbagai kabupaten dan Kota di Propinsi Sulawesi Selatan dan bahkan Sulawesi Barat. Sebagai WI Luar Biasa, dia sering mendapatkan amanah mengajarkan materi Pelayanan Prima, Komunikasi Yang Efektif, Tim Building, Wawasan Kebangsaan dalam Kerangka NKRI dan Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan pada diklat Prajabatan. Sedangkan pada Diklat Pim IV dan III, beliau sering dipercayakan menjadi dosen pembimbing penulisan kertas kerja, mulai dar kertas kerja perorangan (KKP), Kertas Kerja Kelompok (KKK), hingga Kertas Kerja Angkatan (KKA). Selain itu, juga banyak medampingi pejabat eselon III dan IV dari berbagai kabupaten dan Kota dalam lingkup Propinsi Sulawesi Selatan dan Barat untuk melakukan studi banding atau observasi lapangan (OL) di berbagai kota di wilayah republic Indonesia, seperti Bandung, Bali, Jogya, Sleman, dan lainnya.

Tugas lainnya yang diembannya selaku dosen di jajaran Kopertis Wilayah IX Sulawesi, selain tugas pokoknya mengajar pada jenjang S1 dan S2 bahkan S3, juga diberi tugas tambahan sebagai tim inti pakerti dan AA pada Unit Pengembangan SDM Kopertis Wilayah IX Sulawesi. Sebagai tim inti Pakerti AA, ia bertugas sebagai penatar dan Tutor pada pelatihan-pelatihan Pekerti (Pengembangan Keterampilan Teknik Instruksional) bagi dosen muda dan pelatihan Applied Approach (AA) bagi dosen senior dalam lingkup Kopertis Wilayah IX Sulawesi. Pada pelatihan Pekerti, dia diberi tugas membawakan materi “Pendidikan Orang Dewasa”, “Pembelajaran Inovatif” dan “Media Sederhana”, sedangkan pada pelatihan AA diberi tugas membawakan materi “Penyusunan Buku Teks” dan “Pengembangan Media Pembelajaran”. Kiprahnya sebagai tim inti Pekerti dan AA, menyebabkan dirinya terpaksa meninggalkan keluarga untuk beberapa hari dalam rangka pelaksanaan tugas di perguruan tinggi dalam lingkung Kopertis Wilayah IX Sulawesi, bukan hanya PT di wilayah Sulawesi Selatan saja, melainkan meliputi PT yang ada di wilayah Propinsi Sulwesi Tenggara, Barat, Tengah, Utara dan Gorongtalo.

Selain itu, tugas lain yang diembannya selain tugas pokok adalah menjadi assessor sertifikasi guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar, sejak tahun 2007 hingga sekarang. Sebagai assessor, tugasnya antara lain memeriksa berkas portopolio guru PPKN semua jenjang pendidikan mulai dari SD hiungga SLTA, dan membawakan materi seperti “model-model pembelajaran”, dan “peer teaching” pada diklat sertifikasi guru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: